“Sang Spammer” yg berjaya

Sudah cukup lama kita mendengar istilah spam atau kalau dalam istilah katanya menghujam secara bertubi tanpa kenal siapa dan apa Anda. Hal ini sangat mengganggu kita dalam keseharian dan berbagai akibat hingga merusak serta mencuri data - data kita, namun bagi yang sudah mengenalnya tentu dapat menghindari dengan segala cara, baik sistem filtering dan blocking, namun bagaimana bagi mereka yang awam, baik hanya seorang staff keuangan, HRD dan staff yang tidak konsen pada bidang teknologi ini? atau bahkan bos kita seorang direktur dimana data - data mereka amat dan sangat penting dan bahkan data kita dalam perusahaan yang cukup besar yang tidak terlalu memahami bidang ini.

Pengalaman diatas dapat saya rasakan pada perusahaan - perusahaanyang kurang dan tidak memperhatikan sama sekali soal teknologi ini istilah kata “perusahaan yg engga ada IT nya” wah runyam nih perusahaan dalam jaman serba cepat ini ga ada IT nya, “kelaut aja deh”.

pada kesempatan ini saya ingin berbagi cerita sedikit dengan apa yang terjadi pada web site saya dan beberapa web site yang pernah saya tangani yang telah menjadi korban kejahatan dalam bidang IT.

Walau banyak web site yang menggunakan tools atau alat bantu gratisan bukan berarti semua sudah menjadi seba mudah dan ga ada yang perlu menjadi perhatian, disatu sisi tentu banyak kemudahan dan keuntungan baik pengembangan hingga biaya yang dikeluarkan, namun disisi lain banyak yang harus menjadi perhatian utama kalo ga mau  kecolongan.

Pada web site saya ini ada beberapa alat bantu dan kebiasaan yang menjadi perhatian utama, salah satunya program terbuka pengisian komentar pada setiap posting yg terdapat disini, disatu sisi saya ingin memberikan kemudahan namun disisi lain kemudahaan ini menjadi target empuk bagi spammer.

Askimet Spam, ini tools yg membantu saya dalam menangani kejahilan “cyber crime”  yang merajalela, dan ini pun terjadi pada salah satu web site teman yang berakibat cukup fatal, bagaimana engga, dia menggunakan web site ini sebagai bentuk promosinya dalam menyewakan apartemen bagi pendatang asing terutama dari negara dia berasal “Jepang”.

Saya kira saatnya kita lebih memperhatikan posisi ini yang mungkin tidak banyak orang menjadi perhatian orang lain.

3 Comments

  1. arikstress wrote
    at 12:47 am - 25th April 2007 Permalink

    hmm bener ntu om. gak boleh ntu om. kelaut ajah kalo gak tutup aja itu perusahaan. wkekekekekekkekke kecuali kalo mo kasih itu perusahaan ke om. *kerlip kerlip mata ahwhahwahwhwwa :))

  2. bsutria wrote
    at 9:54 am - 25th April 2007 Permalink

    Ya namanya kerja di Indonesia, masih banyak yang harus diperbaiki soal menghargai SDM yang ada, selain menjaga SDM personal masing2…..

  3. arikstress wrote
    at 6:08 pm - 4th May 2007 Permalink

    cie cie, wah om kok makin wise ajah, ohhhh, duniaaaaa dunia. emang hidup itu indah…ekekkkekekek

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *